WMRX UNTUK TAMPILAN TERBAIK GUNAKANLAH GOOGLE CHROME VERSI TERBARU DAN KECEPATAN INTERNET DIATAS 20KB/S | PLEASE LEAVE COMMENT | THANKS FOR VISITING MY BLOG

Selasa, 18 Oktober 2011

Sanksi Berat Menanti Irfan Bachdim


Sanksi berat sedang menanti striker Irfan Bachdim akibat mangkir dari latihan timnas U-23. Siang tadi, Irfan telah memenuhi panggilan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk menjelaskan alasan ketidakhadirannya.

"Saya sudah menyampaikan kepada Irfan jika memang dia menyalahi aturan, dia akan dikenakan kode disiplin 78, yaitu dengan menolak panggilan timnas," ujar Wakil Komdis PSSI, Catur Agus Saptono usai bertemu Irfan, di kantor PSSI, Senin, 17 Oktober 2011.

"Sesuai kode disiplin itu, dia terancam dikenakan sanksi 6 bulan dan denda 100juta. Artinya, dia tidak bisa melakukan aktifitas sepakbola baik di timnas maupun klub," tambah Catur.

Catur menambahkan, pihaknya masih mengkaji penjelasan yang diutarakan Irfan dalam pertemuan siang tadi. Selanjutnya, hasil pertemuan akan disampaikan kepada Ketua Komdis PSSI, Bernhard Limbong sebelum diputuskan.

"Dia (Irfan) mengatakan bahwa fakta ketika dia tidak hadir, itu yang kami cari dan kami juga tanya-tanya. Ia banyak mengutarakan alasan. Itu akan menjadi catatan bagi kami untuk diajukan ke ketua Komisi Disiplin nanti," kata Catur.

"Saya tidak berhak menentukan keputusannya. Nanti kami akan buat resume untuk kami bawa ke rapat Komisi Disiplin," lanjut Catur.

Seperti diketahui, Irfan tidak bergabung dengan timnas U-23 setelah laga Indonesia lawan Qatar, 11 Oktober lalu. Awalnya Rahmad masih memberi kesempatan bagi Irfan untuk bergabung pada 16 Oktober 2011. Namun tawaran ini ditolak Irfan yang mengaku baru bisa bergabung 23 Oktober 2011.

Irfan sendiri telah menanggapi pemecatan dirinya lewat twitter. Dalam akunnya, Irfan mengaku tidak berniat mangkir dari panggilan timnas U-23. Menurutnya, masalah yang terjadi hanyalah komunikasi yang kurang baik saja.
Keputusan Sanksi di Tangan Bernhard
Siang tadi Irfan memutuskan untuk memenuhi panggilan timnas. Namun pemain berdarah Belanda itu enggan menemui wartawan. Usai diperika, Irfan memilih meninggalkan kantor PSSI lewat pintu belakang.

Sementara itu, Catur menambahkan, pihaknya belum menjatuhkan sanksi bagi Irfan. Sebab pertemuan siang tadi hanya sebatas melakukan investigasi dengan meminta keterangan langsung dari pemain yang bersangkutan.

"Kami hanya diminta Ketua Komdis PSSI untuk melakukan investigasi. Jadi tadi kami hanya melakukan sedikit perbincangan dan nanti hasilnya akan kami laporkan ke Ketua Komdis langsung," ujar Catur.

"Jadi keputusannya tergantung bapak Limbong sendiri, apakah bisa dibawa ke dalam sidang Komdis. Karena kewenangan kami hanya sebatas meminta keterangan dari Bachdim," pungkas Catur.

0 komentar:

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Popular Posts

 
Copyright© 2011 WMRX - Berbagi Berbagai Informasi
Template Name | Uniqx Transparent : Version 1.0 | Zero-Nine.Net